Doa Nurbuat atau Doa Nurun Nubuwwah merupakan salah satu doa yang masyhur dalam tradisi amaliah Islam Nusantara. Doa ini dikenal sebagai doa yang mengandung permohonan perlindungan, keselamatan, keberkahan, kesehatan, ketenteraman hati, serta berbagai kebaikan kepada Allah SWT.
Apa Itu Doa Nurbuat atau Doa Nurun Nubuwwah?
Doa Nurbuat adalah nama yang sangat populer di kalangan masyarakat Muslim Indonesia. Doa ini juga dikenal dengan nama Doa Nurun Nubuwwah, yang dalam bahasa Arab ditulis:
Secara bahasa, Nūr an-Nubuwwah berarti cahaya kenabian. Dalam tradisi masyarakat Islam Nusantara, Doa Nurbuat banyak diamalkan sebagai doa untuk memohon perlindungan, keselamatan, keberkahan, kesehatan, rezeki, dan berbagai kebaikan kepada Allah SWT.
Bacaan Awal Doa Nurbuat
Doa Nurbuat diawali dengan pujian kepada Allah SWT melalui lafaz:
Allāhumma dhī as-sulṭānil-'aẓīm
Artinya: “Ya Allah, Pemilik kekuasaan yang agung.”
Lafaz tersebut menjadi pembuka yang menegaskan bahwa segala kekuasaan, pertolongan, perlindungan, dan keberkahan pada hakikatnya berasal dari Allah SWT.
Doa Nurbuat untuk Perlindungan
Salah satu alasan Doa Nurbuat banyak diamalkan adalah karena kandungannya berkaitan dengan permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Doa ini dipanjatkan sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar diri, keluarga, dan kehidupan senantiasa berada dalam penjagaan Allah.
Dalam tradisi Islam, doa tidak dipandang sebagai kekuatan yang berdiri sendiri. Seorang Muslim tetap meyakini bahwa hanya Allah SWT yang memberikan manfaat, menolak mudarat, memberikan keselamatan, dan melindungi hamba-Nya.
Sejarah Doa Nurbuat
Pembahasan mengenai sejarah Doa Nurbuat perlu dilakukan dengan hati-hati karena terdapat perbedaan antara riwayat yang dinukil dalam literatur Islam dengan redaksi panjang Doa Nurbuat yang berkembang di masyarakat Muslim Nusantara.
Dalam sebuah riwayat yang dinukil oleh sejumlah ulama, termasuk dalam pembahasan yang dikaitkan dengan Ibn Katsir, terdapat kisah tentang Malaikat Jibril عليه السلام yang datang kepada Rasulullah ﷺ ketika Hasan dan Husain mengalami gangguan yang dikaitkan dengan 'ain.
Dalam riwayat tersebut terdapat doa yang diawali dengan:
Riwayat tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang sering dikaitkan dengan pembahasan mengenai asal-usul Doa Nurbuat. Namun, redaksi panjang Doa Nurbuat yang dikenal masyarakat saat ini tidak seluruhnya sama dengan redaksi riwayat tersebut.
Doa Nurun Nubuwwah dan Tradisi Islam Nusantara
Doa Nurun Nubuwwah telah dikenal luas dalam tradisi keislaman masyarakat Nusantara. Doa ini diwariskan melalui berbagai lingkungan keagamaan, seperti keluarga Muslim, majelis taklim, pesantren, dan komunitas pengamal doa serta dzikir.
Dalam perkembangannya, redaksi Doa Nurbuat yang beredar di masyarakat menjadi lebih panjang dan mengandung berbagai permohonan kepada Allah SWT, termasuk permohonan keselamatan, kesehatan, umur panjang, rezeki, keturunan, kecintaan, dan dijauhkan dari permusuhan.
Keutamaan dan Kandungan Doa Nurbuat
Dalam tradisi pengamalan masyarakat, Doa Nurbuat dikaitkan dengan berbagai permohonan kebaikan. Kandungan doa tersebut antara lain:
- Memohon perlindungan kepada Allah SWT.
- Memohon keselamatan bagi diri dan keluarga.
- Memohon kesehatan dan keberkahan.
- Memohon kelancaran rezeki.
- Memohon ketenteraman hati.
- Memohon dijauhkan dari berbagai keburukan.
- Memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah SWT.
Berbagai keutamaan yang berkembang dalam masyarakat hendaknya dipahami sebagai bagian dari tradisi pengamalan dan doa, bukan seluruhnya dinyatakan sebagai hadis sahih tanpa penelitian terhadap sumbernya.
Cara Mengamalkan Doa Nurbuat
Doa Nurbuat dapat dibaca sebagai bagian dari doa dan dzikir dengan tetap menjaga adab berdoa kepada Allah SWT. Sebelum membaca doa, seorang Muslim dianjurkan menghadirkan hati, berdoa dengan penuh harapan, serta meyakini bahwa pertolongan hanya berasal dari Allah SWT.
Bagi masyarakat yang memiliki kebiasaan membaca Doa Nurbuat pada waktu tertentu, seperti setelah shalat atau pada waktu pagi dan malam, hal tersebut dapat ditempatkan sebagai bentuk amaliah pribadi selama tidak meyakini adanya ketentuan khusus yang tidak memiliki dasar yang kuat.
Doa Nurbuat dan Padepokan Kalensambi
Dalam tradisi Padepokan Kalensambi, Doa Nurbuat atau Nurun Nubuwwah menjadi bagian dari kajian dan dokumentasi warisan keislaman serta tradisi pengamalan yang berkembang di lingkungan Kalensambi.
Dokumentasi sejarah dan silsilah pengamalan perlu dibedakan antara riwayat keagamaan yang berasal dari literatur Islam dengan sanad atau tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Dengan demikian, pelestarian Doa Nurbuat tidak hanya dilakukan dengan membaca lafaznya, tetapi juga dengan mempelajari makna, sejarah, adab pengamalan, dan nilai tauhid yang terkandung di dalamnya.
Mari Amalkan Doa Nurbuat
Semoga Doa Nurbuat lengkap ini dapat menjadi sarana untuk memperbanyak doa dan dzikir kepada Allah SWT serta menjadi pengingat agar kita senantiasa memohon perlindungan dan pertolongan hanya kepada-Nya.
Jika Anda menerima dan berniat mengamalkan doa ini, tuliskan:
Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada keluarga dan sahabat agar semakin banyak orang dapat mempelajari Doa Nurbuat dan tradisi keislaman Nusantara.
Pertanyaan Umum tentang Doa Nurbuat
Apa itu Doa Nurbuat?
Doa Nurbuat adalah doa yang populer dalam tradisi Islam Nusantara dan dikenal juga dengan nama Doa Nurun Nubuwwah.
Apa arti Nurun Nubuwwah?
Nurun Nubuwwah berarti “cahaya kenabian”.
Untuk apa Doa Nurbuat dibaca?
Dalam tradisi masyarakat, Doa Nurbuat dibaca sebagai doa untuk memohon perlindungan, keselamatan, keberkahan, kesehatan, rezeki, dan berbagai kebaikan kepada Allah SWT.
Apakah Doa Nurbuat sama dengan Doa Nurun Nubuwwah?
Dalam penggunaan masyarakat Indonesia, istilah Doa Nurbuat dan Doa Nurun Nubuwwah umumnya digunakan untuk merujuk pada bacaan yang sama.
Apakah seluruh teks Doa Nurbuat merupakan hadis?
Tidak dapat langsung dikatakan demikian. Riwayat yang dikaitkan dengan doa perlindungan Jibril memiliki redaksi yang lebih pendek, sedangkan teks Doa Nurbuat yang populer di Nusantara memiliki redaksi yang lebih panjang dan berkembang dalam tradisi amaliah.
