menu melayang

Ijazah Do'a Nurbuat

Padepokan Kalensambi

Ijazah Do’a Nurbuat

Mengenal, Mengamalkan, dan Melestarikan Warisan Doa yang Penuh Nilai Spiritual

Diselenggarakan oleh Padepokan Kalensambi

Ijazah Do’a Nurbuat

Padepokan Kalensambi menghadirkan program Ijazah Do’a Nurbuat sebagai bagian dari upaya mengenalkan dan melestarikan tradisi keislaman yang berkembang di tengah masyarakat pesantren dan para pencinta ilmu serta amalan.

Melalui halaman ini, Anda dapat mengenal lebih jauh tentang Do’a Nurbuat, membaca lafaz dan penjelasannya, serta mendapatkan informasi mengenai tata cara mengikuti Ijazah Do’a Nurbuat yang diselenggarakan oleh Padepokan Kalensambi.

📖 Lafaz Do’a Nurbuat
🕌 Penjelasan & Makna
📿 Panduan Pengamalan
🌙 Tata Cara Ijazah
📜 Informasi Penyelenggaraan
🤲 Adab Pengamalan

Riwayat Jibril Mengajarkan Doa Perlindungan kepada Rasulullah ﷺ

Dalam riwayat yang dinisbatkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, diceritakan bahwa pada suatu ketika Malaikat Jibril عليه السلام datang menemui Rasulullah ﷺ. Saat itu Rasulullah ﷺ terlihat dalam keadaan sedih.

يَا مُحَمَّدُ، مَا هَذَا الْغَمُّ الَّذِي أَرَى فِي وَجْهِكَ؟
“Wahai Muhammad, kesedihan apakah yang aku lihat pada wajahmu?”

Rasulullah ﷺ menjawab:

الْحَسَنُ وَالْحُسَيْنُ أَصَابَتْهُمَا عَيْنٌ
“Hasan dan Husain terkena ‘ain.”

Maksudnya, keduanya mengalami gangguan akibat ‘ain, yaitu pengaruh buruk dari pandangan mata.

صَدَقَ بِالْعَيْنِ، فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ
“Benar, ‘ain itu nyata.”

Kemudian Jibril bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

أَفَلَا عَوَّذْتَهُمَا بِهَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ؟
“Tidakkah engkau melindungi keduanya dengan kalimat-kalimat ini?”

Rasulullah ﷺ kemudian bertanya:

وَمَا هُنَّ يَا جِبْرِيلُ؟
“Kalimat-kalimat apakah itu, wahai Jibril?”

Doa yang Diajarkan Jibril

قُلْ:

اللَّهُمَّ ذَا السُّلْطَانِ الْعَظِيمِ، ذَا الْمَنِّ الْقَدِيمِ، ذَا الْوَجْهِ الْكَرِيمِ، وَلِيَّ الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ، وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَاتِ، عَافِ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ مِنْ أَنْفُسِ الْجِنِّ وَأَعْيُنِ الْإِنْسِ.
Artinya:

“Ya Allah, Dzat Yang memiliki kekuasaan yang agung, Dzat Yang memiliki anugerah terdahulu, Dzat Yang memiliki wajah yang mulia, Penguasa kalimat-kalimat yang sempurna dan doa-doa yang dikabulkan. Berikanlah keselamatan kepada Hasan dan Husain dari gangguan jin dan pandangan mata manusia.”

Kemudian Rasulullah ﷺ membaca doa tersebut.

فَقَالَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَا يَلْعَبَانِ بَيْنَ يَدَيْهِ
“Maka Nabi ﷺ mengucapkan doa tersebut, lalu keduanya bangkit dan bermain di hadapan beliau.”

Pesan Rasulullah ﷺ

عَوِّذُوا أَنْفُسَكُمْ وَنِسَاءَكُمْ وَأَوْلَادَكُمْ بِهَذَا التَّعْوِيذِ، فَإِنَّهُ لَمْ يَتَعَوَّذِ الْمُتَعَوِّذُونَ بِمِثْلِهِ
“Lindungilah diri kalian, istri-istri kalian dan anak-anak kalian dengan doa perlindungan ini, karena orang-orang yang memohon perlindungan tidak berlindung dengan sesuatu yang semisal dengannya.”

Dari Mana Riwayat Ini Berasal?

Riwayat tersebut dinukil melalui jalur:

Ali bin Abi Thalib → al-Harits → Abu Ishaq → Syu'bah → Abu Raja' → Abdullah bin Abdullah bin Abd Rabbih al-Bashri → Ubaid bin Muhammad al-Kasyuri → Khaytsamah bin Sulaiman

Riwayat tersebut kemudian disebutkan oleh Ibn Asakir. Ibn Katsir juga mencantumkan riwayat tersebut dalam tafsirnya ketika membahas ayat tentang pandangan mata dalam Surah Al-Qalam.

Catatan Ilmiah

Terdapat kritik terhadap sanad riwayat ini. Karena itu, riwayat tersebut tidak sebaiknya langsung diberi label “hadis sahih” tanpa penjelasan mengenai status sanadnya.

Doa Perlindungan yang Dikenal dalam Riwayat Lain

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Artinya:

“Aku memohonkan perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan, binatang berbisa, dan setiap mata yang berbahaya.”

Tentang Nama “Doa Nurbuat”

Hal penting yang perlu diketahui adalah bahwa riwayat tersebut tidak menyebut nama “Doa Nurbuat” atau “Nurun Nubuwwah” sebagai nama doa tersebut.

Dalam riwayat tersebut, doa itu disebut sebagai التَّعْوِيذ (at-ta'wīdh), yaitu doa perlindungan.

Nama Nurbuat/Nurun Nubuwwah kemudian dikenal dalam tradisi kitab-kitab doa dan amaliah.

“Salah satu riwayat yang kemudian dikaitkan dengan tradisi Doa Nurbuat adalah riwayat tentang Jibril yang mengajarkan doa perlindungan kepada Rasulullah ﷺ ketika Hasan dan Husain terkena ‘ain.”

Hubungan Doa Nurbuat dengan Syaikh Majduddin Al-Karmani

Dalam tradisi pengamalan Doa Nurbuat (Nurun Nubuwwah), nama Syaikh Majduddin Al-Karmani dikenal sebagai salah satu tokoh yang dikaitkan dengan jalur pengamalan dan pelestarian doa tersebut.

Nama beliau tercantum dalam sebagian tradisi tawasul Doa Nurbuat, sehingga keberadaannya dipahami sebagai bagian dari mata rantai spiritual yang menghubungkan amalan tersebut dari generasi ke generasi.

Dalam tradisi tersebut, Syaikh Majduddin Al-Karmani ditempatkan sebagai salah satu guru yang memiliki hubungan dengan keberlangsungan amalan Nurbuat.

Hubungan tersebut kemudian dikenal melalui tradisi ijazah, yaitu proses pewarisan suatu amalan dari seorang guru kepada murid dengan izin untuk mengamalkan dan meneruskannya.

Doa Nurbuat → Syaikh Majduddin Al-Karmani → penerus dan pengamal berikutnya.

Dalam tradisi yang berkembang, Syaikh Majduddin Al-Karmani dikenang sebagai salah satu mata rantai penting dalam tradisi pelestarian dan pengijazahan Doa Nurbuat.

Doa Nurbuat di Padepokan Kalensambi

Dalam tradisi yang diwariskan di Padepokan Kalensambi, Doa Nurbuat menjadi bagian dari amalan yang diterima dan dirawat melalui jalur para leluhur padepokan.

Amalan tersebut secara tradisi dinisbatkan berasal dari Syaikh Arimba Pangeran Sukmajayadiningrat, kemudian diteruskan melalui leluhur Padepokan Kalensambi yang berada di Komplek Pemakaman Buyut Kalensambi.

Syaikh Arimba Pangeran Sukmajayadiningrat Leluhur Padepokan Kalensambi Padepokan Kalensambi Generasi Penerus

Jalur pewarisan ini dipandang sebagai bagian dari amanah untuk menjaga keberlangsungan amalan yang telah diterima dari generasi sebelumnya.

Di lingkungan Padepokan Kalensambi, tradisi tersebut terus dirawat melalui pengamalan, pembelajaran, dan pengenalan Doa Nurbuat kepada masyarakat.

Komplek Pemakaman Buyut Kalensambi menjadi salah satu tempat penting dalam sejarah tradisi tersebut, sebagai ruang yang menghubungkan generasi sekarang dengan para leluhur yang dipercaya telah menerima dan menjaga amalan tersebut.

Dengan demikian, Ijazah Doa Nurbuat Padepokan Kalensambi merupakan bagian dari ikhtiar untuk melanjutkan warisan amaliah yang secara turun-temurun dijaga melalui jalur leluhur Padepokan Kalensambi, dengan tetap menempatkan Allah SWT sebagai sumber segala keberkahan, pertolongan, dan perlindungan.

Ingin Mengenal dan Mengikuti Ijazah Do’a Nurbuat?

Ikuti informasi selengkapnya mengenai Ijazah Do’a Nurbuat yang diselenggarakan oleh Padepokan Kalensambi.

🤲 KLIK DI SINI UNTUK MELANJUTKAN

Blog Post

Related Post

Mohon maaf, belum ada postingan.

Back to Top